Puasa Perdana
“Nanda, bangun dulu yuk. Besok kan nanda akan melaksanakan puasa perdana” bunda dengan lembut membangunkanku. “Yhaaaaaaa, . . . . .oaaaaaammmm” dengan menggeliatkan tangan aku bangun dengan rasa kantuk. “Nanda cuci muka dulu sana” bunda menyuruhku. “Ya bunda” aku melangkah membawa kantuk ke Bong dekat Jebak rumah. ......................@$%#^%$#^&&%................................ “Sahuuuur . . .Sahur . . .Sahuuur . . .” suara teriakan dari masjid yang dimaksudkan untuk membangunkan warga kampung untuk makan sahur. “Sahuuuur . . .Sahur . . .Sahuuur . . .silaq inaq amaq semeton jari pade tues ngelor sahur, waktu leq masjid menunjukkan jam telu lebih dua menit, waktu makan sahur karing sejam lebih empat pulu baluq menit. Sahuuuuurrr . . . .sahur . . . sahuuuurrrrr” teriaknya lagi. Teriakan ini diulangi sekitar 5 menit sekali hingga waktu imsak tiba. “Awaaaaasss, waktu imsak wah dateng......... waktu imsak wah dateng............ waktu imsak wah dateng............